Tampilkan postingan dengan label Widoro. Tampilkan semua postingan
Menemukanmu di Widoro
Ketika sajak-sajak mulai rapi mendekatkanku denganmu, hatiku berdebar. Entah debaran apa yang terkuat mengusik hati yang menjingga. Namun aku yakin akan terang jika bersama. Ya! Telah dijanjikan sekian lama waktu pertemuan itu, dan kini kita telah bertemu dan telah berpisah kembali pula.
Jarak memang kejam, terkadang menusuk dalam-dalam relung hati yang tentram. Kebenaran hanya ada dan diyakini lewat bibir berlafadz ayat-ayat cinta.
Widoro saksi bisu, pertemuan kita yang mengumbar rindu. Ada sinar yang menusuk dan mewarnai setiap nafasku. Angin Widoro mengantarkanku pada tepian kalbu. Rinduku membuncah, namun tertahan sejenak karena jarak. Argh.. lagi-lagi jarak! Jika tahu, tak sepenuhnya aku menyalahkan jarak, karena jarak itu aku menemukanmu.
