Tampilkan postingan dengan label kesan. Tampilkan semua postingan

What Will I Do?

Lihatlah, mereka bersemangat untuk kemanusiaan. Mereka punya kemampuan, mereka berani, dan mereka dipercaya. Ketika aku menyatakan diri untuk menjadi bagian dari mereka, aku berusaha semampuku untuk bisa. Kenyataan mereka menganggapku sudah bisa. Padahal aku masih butuh banyak belajar.
Kamis, 26 Maret 2015
Posted by Zilian Zahra

KELUARGA BARU, SEMANGAT BARU DI #KAMPUSFIKSI 11



Pernahkah kamu merasakan tidak bergairah lagi? Dalam suatu hal atau beberapa hal. Ya! Begitulah perasaanku ketika harus antri mengikuti #KampusFiksi. Dari November 2013 aku baru dapat giliran tahun 2015. Alamak lamanya.

Sepanjang waktu mengantri, aku dihadapkan dengan berbagai ujian hidup. Sampai pada kehilangan gairah menulis. Bagaimana tidak, semakin berusia haruslah semakin dewasa. Tuntutan pekerjaan dan kehidupan nyata yang melelahkan membuat sepanjang 2014 menjadi penulis tidak produktif.Puisi, menulis puisi yang biasa dilakukan setiap saat setiap waktu, pun ikut tergerus. Walaupun sesekali  menulis puisi masih saya lakukan.
Kamis, 05 Februari 2015
Posted by Zilian Zahra

KATA YANG (TAK SEMPAT) TERUCAP



Selepas audisi, aku masih termenung. Bertanya-tanya dan mengevaluasi diri “Mengapa kata itu tidak muncul di bibir ketika itu?” dalam benak kata itu hadir. Hingga aku menuliskan ini, aku masih bertanya, dengan pertanyaan yang sama. “Ini kehendak Tuhan, kamu harus menerimanya. Persis seperti apa yang pernah kamu tulis di twitter” jawaban yang selalu mengiringi setiap pertanyaan itu muncul.
Kamis, 02 Oktober 2014
Posted by Zilian Zahra

ADA PENGALAMAN MASA SEKARANG



Tahun 2012 lalu diajak wisata bersama Fans Radio Roshinta Tegal. Salah satu tujuannya adalah ke Malioboro. Berbeda dengan mereka yang langsung seneng mau blanja-blanji, tapi aku memilih menghubungi temanku yang di Yogyakarta untuk temu kangen. Sembari menunggu teman, saya duduk di tepi parkiran kendaraan wisata. Tepatnya di seberang Taman Pintar.

Sore itu, tiba-tiba ada seorang pria berkumis dengan menggendong tas punggung mendekatiku. Dia memperkenalkan diri dan mengaku sebagai wartawan KR (Kedaulatan Rakyat). Untuk keperluan korannya, aku sedikit di wawancarai perihal tempat wisata yang paling suka aku kunjungi. Spontan aku jawab ke museum karna di museum aku mendapat pelajaran dan hal baru.

Rabu, 01 Oktober 2014
Posted by Zilian Zahra

Lembah Persahabatan



... sahabat itu, tidak hanya sebatas suka dan duka
Ataupun ketika ditemui susah dan senang
Namun sahabat adalah yang mampu
menutup kelemahan menjadi sempurna bersama
***

Kutemuinya bersarang dalam lembah yang indah dan berwarna. Anggun dan memesona seelok merak kayangan. Mereka mengajakku menari di dalamnya. Argh, tarian yang selama ini aku idamkan. Menawarkan kejujuran dan kekeluargaan yang sempurna, walau tanpa kata “Ayah” dan “Ibu”.

Jumat, 06 April 2012
Posted by Zilian Zahra

Popular Post

- Copyright © Catatan Zilian Zahra -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -