Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
JIKA WAKTUNYA TIBA
Jika waktunya tiba, tanpa rencana dan tanpa aba-aba
Hanya bisa pasrah di panggil untuk "pulang"
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
Pertanda usai sudah tugas perjalanan di dunia
Jika waktunya tiba, tanpa modal akan celaka
Berharap waktu pulang di tunda
Namun apalah daya
Berharap waktu pulang di tunda
Namun apalah daya
Hanya sesal tak terkira
Bila modal tiada terkira
"Pulang" adalah jalan penjeda
Agar diri siap bersua
Pada Tuhan Maha Segala
Mari para manusia
Janganlah terlena dunia
karena dunia itu fana
Hanya akhirat kekal selamanya
- Gang Enam, 05022026
Mozaik Asmara Kembang Semusim
Di taman ini kembang bermekaran
Menampilkan warna-warni indahnya
Menyuguhkan aroma-aroma kerinduan
Kala itu
Di taman ini aku menikmatimu
Menemanimu saat sayup-sayup hati mendera
Menutup mata kala hitam mencekam
Kala itu
Asmara yang bermekaran
Bak kembang yang bertaburan
Membuat taman smakin menawan
Kala itu
Di taman ini aku merindumu
Aroma khas yang membalutmu
Membuatku ingin selalu bersamamu
Menemanimu saat duka dan candamu
Kini...
Musim tlah berganti
Mozaik itu hanya tinggal kenangan
Bersama mimpiku yang hilang
Namun...
Indahnya tetap kurasa
Aromanya tetap kurindu
Terangmu slalu kutunggu
Oh... kembang semusim
Di taman ini kembang bermekaran
Menampilkan warna-warni indahnya
Menyuguhkan aroma-aroma kerinduan
Kala itu
Di taman ini aku menikmatimu
Menemanimu saat sayup-sayup hati mendera
Menutup mata kala hitam mencekam
Kala itu
Asmara yang bermekaran
Bak kembang yang bertaburan
Membuat taman smakin menawan
Kala itu
Di taman ini aku merindumu
Aroma khas yang membalutmu
Membuatku ingin selalu bersamamu
Menemanimu saat duka dan candamu
Kini...
Musim tlah berganti
Mozaik itu hanya tinggal kenangan
Bersama mimpiku yang hilang
Namun...
Indahnya tetap kurasa
Aromanya tetap kurindu
Terangmu slalu kutunggu
Oh... kembang semusim
Tahun Ini Aku Tak Bersama Dirimu Lagi
Kau buah hati ibumu satu-satunya
Kau harta satu-satunya milik ibumu
Kau jua harapan kehidupan yang lebih baik
Kini kau telah dewasa
Kau dapat merasakan sendiri bagaimana jauh dari Ibumu
dan Ibumu pun jua merasakan apabila jauh darimu
Aku tahu karna aku bersama dirimu
Tahun kemarin
Tahun ini
Aku tak bersama dirimu lagi
bahkan wajahmu pun tak kutemui
Bukan karena kau hilang
namun hatimu tak melihatku lagi
Kau dalam bayang-bayang yang tak tentu
Mengemban semua ini belum tentu kau mampu
Aku tahu siapa dia
karena itu aku khawatir denganmu
Aku tahu siapa dia
karena itu aku merindukanmu
Namun...
Apalah arti tanganku ini
Mungkin sudah kau anggap duri dan onak
Sehingga kau bersihkan dari hati dan pikiranmu
Tahun ini
Aku tak bersama dirimu lagi
Rindu ini hanya bisa kurasai
dan tak kan mungkin aku menyentuh
Walau dalam bayangmu
Rindu rindu rindu
Bukan hanya merinduimu
Merindui Ibumu pula yang kian renta
Kuberharap kau akan belajar
karena kau akan menjadi ibu kelak



