PARA PERAIH MIMPI
Beruntung rasanya dipertemukan dengan orang-orang hebat yang cinta perubahan. Berubah untuk bisa lebih baik. Waktu singkat kugunakan semaksimal mungkin untuk bisa menggali ilmu dari mereka. Ya, Tuhan menunjukkan jalan indah ini. Mendapat kesempatan mengikuti Local Leaders Day (LLD) yang diadakan oleh komunitas Akademi Berbagi. Komunitas ini akrab disebut Akber.
Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 7 - 10 Maret 2014 di Salib Putih, Salatiga. Pemandangan indah yang membuat aku merasa fresh karena di alam bebas. Bangganya, bisa bertemu dengan relawan akber dari sabang sampai merauke, karena kegiatan tersebut adalah kegiatan nasional.
SERPIHAN RASA
Aku melihat sisi kekhawatiranmu
Kasih sayang yang kau curah untukku
Siang ini memang panas, sayang
Kau mengkhawatirkanku
Kau takut sengat surya melukai kulitku
(teruntuk seseorang yang baru singgah dihatiku dan yang luar biasa)
Tenanglah...
Aku sudah berdamai dengan surya
Dia tak akan melukai kulitku
Hanya saja dia cemburu denganmu
Karna kau lebih buatku nyaman
Kekasih...
Jangan kau resah apalagi gelisah
Jika waktunya tiba
Kau dapat melindungiku
Kau dapat memilikiku
Kau dapat menjadi imamku
Kekasih...
Cintaku tak berbatas maya
Walau kutahu kau seperti maya
Namun kusadari kau ada
Entah hanya untuk saat ini
atau selamanya
Wiradesa, 9 Januari 2014
MATA RASAKU BERBICARA
"Kesetiaan itu sejengkal kesakitan yang menjamur, pengharapan tanpa ujung takdir. Ia tak terbatas waktu dan kepedihan masa. Namun hati tetap hati, perasaan tetap perasaan. Terkalahkan oleh lisan tak bertulang."Ketika film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck diputarkan, ada kesan indah yang menusuk rasaku. Mata memandang lekat, dan rasaku berbicara. Bukan hanya sekedar tontonan kisah cinta dalam hidup, namun balutan realita kehidupan dikemas rapi.
Mata menari-nari menatap keindahan alam yang disuguhkan, sebelahku berbisik "bikin rindu ke alam bebas". Ku jawab dengan senyuman. Sisi kedaerahan minang yang muncul sangat lekat. Seolah menjadi turis di nusantara sendiri. Aku terus menikmati di setiap lekuknya. Tokoh utama si "Zainuddin" yang kehilangan orangtuanya di usia belia membuat dirinya ketika beranjak dewasa ingin mencari keluarga ayahnya di Padang. Dengan alasan ingin mengenal tanah kelalhiran ayahnya dan ingin belajar agama, dia diijinkan tinggal di Desa Batipuh di Padang.
Hariku di Akademi Berbagi
Aku merasa menjadi orang yang beruntung, dapat kesempatan mengikuti
kelas di Akademi Berbagi (di twitter: @akberpekalongan). Minggu, 15
Desember 2013 menjadi sejarah satu tahun kelahiran Akber di Pekalongan
sekaligus kali pertama saya bergabung. Ya, Rumah Makan Pande Rasa yang
tak jauh dari tempat tinggalku menjadi tempat kegiatan tersebut. Baru
kali ini aku menemukan kegiatan pendidikan outdoor yang aku impikan di
Pekalongan.
Bertemu dengan orang-orang hebat di Pekalongan dan bersama mengembangkan kemampuan itu yang ku impikan sejak lama. Setelah aku move on dari kegelapan duniaku dan keluar dari zona keterkungkungan pemikiran. Rasanya sangat segar sekali, namun ternyata otakku belum pulih. Sehingga daya tangkapku terhadap apa yang disampaikan kurang sempurna. Tapi aku tetap berusaha agar bisa maksimal.

Di hari ulang tahun ini, kelas diberi judul "Kreativitas Menembus Batas" yang diisi oleh 2 orang fasilitator hebat. Fasilitator yang pertama Pak Asep dari Radar Pekalongan. Sebagai siswa yang baru masuk, mendengarkan dan memperhatikan dengan baik adalah kebutuhan. Aku perlu mengenal dan mempelajari alur yang ada agar enggak salah masuk. Rasanya seperti refresh ilmu, bareng Pak Asep aku diberi penguatan tentang pengenalan potensi diri dan pengoptimalisasiannya. What! praktiknya aku butuh waktu dan menyepi. Ini materi berat bro! dikemas dengan santai. Kesimpulan dari pembahasan Pak Asep yang disampaikan Mbak Moderator adalah "Lebih baik melakukan satu hal seribu kali daripada melakukan banyak hal sekali."
Sebelum lanjut ke sesi kedua, ada ice breaking yakni goyang caesar, tapi aku enggak ikut. Nerveous n gak pede banget. Padahal itu kan nggak boleh, tapi aku nekat.
Fasilitator kedua yakni dari owner "goedang kaos" Pekalongan, Mas Teguh. Bagiku, dia super sekali menceritakan proses kehidupan dia hingga sekarang seorang desainer ini mengelola "goedang kaos" dan "OMAHalit interior". Perjuangan yang hebat dan banyak trik yang diberikan mas Teguh dalam pembahasan Kreativitas Menembus Batas.
Di akhir, banyak bingkisan dan hadiah yang diberikan dari kelas ini. Yap! seperti kelas-kelas yang aku impikan ada di Kota Pekalongan dan sekarang ada. Wah, jadi gemes buat semakin belajar lagi.
Bagi teman-teman yang belum kenal dengan Akademi Berbagi di Pekalongan, silahkan follow twitternya @akberpekalongan atau bukan blognya di http://akberpekalongan.wordpress.com/
Bertemu dengan orang-orang hebat di Pekalongan dan bersama mengembangkan kemampuan itu yang ku impikan sejak lama. Setelah aku move on dari kegelapan duniaku dan keluar dari zona keterkungkungan pemikiran. Rasanya sangat segar sekali, namun ternyata otakku belum pulih. Sehingga daya tangkapku terhadap apa yang disampaikan kurang sempurna. Tapi aku tetap berusaha agar bisa maksimal.

Di hari ulang tahun ini, kelas diberi judul "Kreativitas Menembus Batas" yang diisi oleh 2 orang fasilitator hebat. Fasilitator yang pertama Pak Asep dari Radar Pekalongan. Sebagai siswa yang baru masuk, mendengarkan dan memperhatikan dengan baik adalah kebutuhan. Aku perlu mengenal dan mempelajari alur yang ada agar enggak salah masuk. Rasanya seperti refresh ilmu, bareng Pak Asep aku diberi penguatan tentang pengenalan potensi diri dan pengoptimalisasiannya. What! praktiknya aku butuh waktu dan menyepi. Ini materi berat bro! dikemas dengan santai. Kesimpulan dari pembahasan Pak Asep yang disampaikan Mbak Moderator adalah "Lebih baik melakukan satu hal seribu kali daripada melakukan banyak hal sekali."
Sebelum lanjut ke sesi kedua, ada ice breaking yakni goyang caesar, tapi aku enggak ikut. Nerveous n gak pede banget. Padahal itu kan nggak boleh, tapi aku nekat.
Fasilitator kedua yakni dari owner "goedang kaos" Pekalongan, Mas Teguh. Bagiku, dia super sekali menceritakan proses kehidupan dia hingga sekarang seorang desainer ini mengelola "goedang kaos" dan "OMAHalit interior". Perjuangan yang hebat dan banyak trik yang diberikan mas Teguh dalam pembahasan Kreativitas Menembus Batas.
Di akhir, banyak bingkisan dan hadiah yang diberikan dari kelas ini. Yap! seperti kelas-kelas yang aku impikan ada di Kota Pekalongan dan sekarang ada. Wah, jadi gemes buat semakin belajar lagi.
Bagi teman-teman yang belum kenal dengan Akademi Berbagi di Pekalongan, silahkan follow twitternya @akberpekalongan atau bukan blognya di http://akberpekalongan.wordpress.com/
DIRI INGIN TAPI TAK MUNGKIN
Aku mengenal Bloof dan
Bloofers... entah di bulan apa, yang jelas sudah bertemu dengan dua kali puasa. Awalnya baru seratus sekian sekarang anggota Bloof sudah di angka tigaribuan. Sayang sekali aku nggak intens ngikutin sejak dunia nyata menuntutku untuk fokus. Walaupun perayaan Idul Adha yang lalu sudah kurasakan nafas-nafas bersama
Bloofers... hingga pernah salah satu Bloofers (Mbak Pipi Fitriani) yang punya
saudara di daerahku dan berniat untuk ketemu. Allah berkehendak lain, kita
tidak dipertemukan. Karena waktu itu aku sedang tidak dirumah.
Seiring berjalannya waktu
kegiatan Kopdar seringkali dilakukan oleh Bloofers di berbagai daerah. Liur ini
menetes jika mendengarnya. Para Bloofers bertemu, berkumpul, dan saling
menjalin silaturahim. Diri ini rasanya ingin ikut gabung, entah dimanapun
berada.
Kota Pekalongan, tempat ku
dilahirkan dan dibesarkan merupakan daerah minoritas Bloofers. Jika harus ke
luar daerah yang jaraknya jauh, aku harus berpikir sebanyak mungkin dan
berusaha keras untuk menuju kesana. Yap! Aku mungkin adalah seorang yang telat. Hidup di daerah kecil dengan pendapatan yang dibawah rata-rata memang membuat aku harus menunggu hingga terkumpul sejumlah nominal. Namun, ketika sudah terkumpul, di Bloof sudah rame yang lain. Huft... ketinggalan dwech... :(
Diri ini ingin, tapi tak mungkin. Kaos ini, entah akhirnya bagaimana... bagiku lebih baik enggak nyimak daripada nyimak jadi galau.
Kaos Jabodetabek ini... bikin aku iri... aku yang notabene suka warna ungu jadi demen (ketika itu) mandeng gambar ini. hehehe...
"Jumper" ini... aku suka gambar belakangnya, walau dengan warnanya aku ngerasa biasa saja. ehehehe...
Inilah indah dan semaraknya Bloof... all about Bloof tersaji... sampai Mug, pin, dan ganci... bisa-bisa esok daypack dan ransel juga made in Bloof... hihihi...
Hadirnya buku karya Bloof juga kulewatkan, aku merasa masih banyak tulisan yang jelek. Baik kusimpan saja tulisan jelekku. Daripada malu-maluin,, hehe...
Motivasi terbesarku kembali menuliskan tentang Bloof dan Bloofers adalah, Aku rindu semuanya. Walau diri ini ingin tapi tak mungkin. Aki Todi yang suka aku rebut sarungnya kalo lagi ngeronda (Upz!), Onii-Can yang suka aku gangguin, Pak Ridwan Purnomo yang demen nulis, Mbak Rumi yang tak pernah lelah kasih aku motivasi, Mbak Nick dan kawan-kawan lain yang aku lewatkan hari pernikahannya yang istimewa, Yuni yang (kadang-kadang) masih suka kusapa. dannn.... Argh! Semuanya... udah ah,, Nothing is impossible for me! (ZZ)
Diri ini ingin, tapi tak mungkin. Kaos ini, entah akhirnya bagaimana... bagiku lebih baik enggak nyimak daripada nyimak jadi galau.
Kaos Jabodetabek ini... bikin aku iri... aku yang notabene suka warna ungu jadi demen (ketika itu) mandeng gambar ini. hehehe...
"Jumper" ini... aku suka gambar belakangnya, walau dengan warnanya aku ngerasa biasa saja. ehehehe...
Inilah indah dan semaraknya Bloof... all about Bloof tersaji... sampai Mug, pin, dan ganci... bisa-bisa esok daypack dan ransel juga made in Bloof... hihihi...
Hadirnya buku karya Bloof juga kulewatkan, aku merasa masih banyak tulisan yang jelek. Baik kusimpan saja tulisan jelekku. Daripada malu-maluin,, hehe...
Motivasi terbesarku kembali menuliskan tentang Bloof dan Bloofers adalah, Aku rindu semuanya. Walau diri ini ingin tapi tak mungkin. Aki Todi yang suka aku rebut sarungnya kalo lagi ngeronda (Upz!), Onii-Can yang suka aku gangguin, Pak Ridwan Purnomo yang demen nulis, Mbak Rumi yang tak pernah lelah kasih aku motivasi, Mbak Nick dan kawan-kawan lain yang aku lewatkan hari pernikahannya yang istimewa, Yuni yang (kadang-kadang) masih suka kusapa. dannn.... Argh! Semuanya... udah ah,, Nothing is impossible for me! (ZZ)






