BISUMU TANPA ALASAN


Delapan puluh kilometer kutempuh. Melaju dengan mesin renta berkecepatan 60 km/jam. Di bawah terik surya menggarang, hingar bingar lalu lintas hari itu tak membuatku surut untuk tetap menemuimu. Mendapatkan kejelasan tentang rindu mana yang bisa aku eja. Agar aku mengerti bahwa cinta kita dapat bersatu. Seperti janjimu seminggu lalu.

Kusangka rinduku dan rindumu manis dan mekar harum semerbak, namun kudapati kepahitan dan layu sebelum berkembang.

“Tidak ada yang perlu dijelaskan diantara kita,” jawabmu tanpa kutemukan senyuman seperti dulu.

“Kenapa?” lekukan pipi berubah menjadi aliran airmata, kemudian jatuh tanpa genangan.

Tanpa jawaban, kau lenyap dalam pandangan. Menjauh dariku secepat mungkin. Hanya punggungmu yang kian tampak bertulang berucap selamat tinggal.

Sampai kini, sejarah kita berakhir dengan airmata. Begitu singkatnya pertemuan, tanpa pertengkaran. Bisumu tanpa alasan.

#Theme Song : Haruskah Berakhir - Ridho Rhoma & Sonet Band
Selasa, 10 Maret 2015
Posted by Zilian Zahra

KELUARGA BARU, SEMANGAT BARU DI #KAMPUSFIKSI 11



Pernahkah kamu merasakan tidak bergairah lagi? Dalam suatu hal atau beberapa hal. Ya! Begitulah perasaanku ketika harus antri mengikuti #KampusFiksi. Dari November 2013 aku baru dapat giliran tahun 2015. Alamak lamanya.

Sepanjang waktu mengantri, aku dihadapkan dengan berbagai ujian hidup. Sampai pada kehilangan gairah menulis. Bagaimana tidak, semakin berusia haruslah semakin dewasa. Tuntutan pekerjaan dan kehidupan nyata yang melelahkan membuat sepanjang 2014 menjadi penulis tidak produktif.Puisi, menulis puisi yang biasa dilakukan setiap saat setiap waktu, pun ikut tergerus. Walaupun sesekali  menulis puisi masih saya lakukan.
Kamis, 05 Februari 2015
Posted by Zilian Zahra

KATA YANG (TAK SEMPAT) TERUCAP



Selepas audisi, aku masih termenung. Bertanya-tanya dan mengevaluasi diri “Mengapa kata itu tidak muncul di bibir ketika itu?” dalam benak kata itu hadir. Hingga aku menuliskan ini, aku masih bertanya, dengan pertanyaan yang sama. “Ini kehendak Tuhan, kamu harus menerimanya. Persis seperti apa yang pernah kamu tulis di twitter” jawaban yang selalu mengiringi setiap pertanyaan itu muncul.
Kamis, 02 Oktober 2014
Posted by Zilian Zahra

ADA PENGALAMAN MASA SEKARANG



Tahun 2012 lalu diajak wisata bersama Fans Radio Roshinta Tegal. Salah satu tujuannya adalah ke Malioboro. Berbeda dengan mereka yang langsung seneng mau blanja-blanji, tapi aku memilih menghubungi temanku yang di Yogyakarta untuk temu kangen. Sembari menunggu teman, saya duduk di tepi parkiran kendaraan wisata. Tepatnya di seberang Taman Pintar.

Sore itu, tiba-tiba ada seorang pria berkumis dengan menggendong tas punggung mendekatiku. Dia memperkenalkan diri dan mengaku sebagai wartawan KR (Kedaulatan Rakyat). Untuk keperluan korannya, aku sedikit di wawancarai perihal tempat wisata yang paling suka aku kunjungi. Spontan aku jawab ke museum karna di museum aku mendapat pelajaran dan hal baru.

Rabu, 01 Oktober 2014
Posted by Zilian Zahra

LIBURAN SERU DI MUSEUM BATIK PEKALONGAN

Hari libur memang saat yang menyenangkan untuk menikmatinya. Tempat wisata seperti alam, atau taman hiburan menjadi sasaran utama untuk menikmati liburan. Namun Minggu ini aku mengisi liburan untuk jalan-jalan ke Museum Batik Pekalongan. Yapz! Letak yang tidak begitu jauh dari rumah memudahkanku untuk pergi kesana. Berbekal kamera dan adik yang hobi fotografi, aku beranjak ke Museum Batik Pekalongan.

Museum Batik terletak di kawasan Budaya Kota Pekalongan di Jalan Jetayu No. 3 Pekalongan. Menempati salah satu bangunan peninggalan VOC di seputaran lapangan Jetayu, Kota Pekalongan. Museum ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 12 Juli 2006 menjadi Museum Batik Nasional.

Senin, 22 September 2014
Posted by Zilian Zahra

Popular Post

- Copyright © Catatan Zilian Zahra -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -