BISUMU TANPA ALASAN
Delapan puluh kilometer kutempuh. Melaju dengan mesin renta berkecepatan 60 km/jam. Di bawah terik surya menggarang, hingar bingar lalu lintas hari itu tak membuatku surut untuk tetap menemuimu. Mendapatkan kejelasan tentang rindu mana yang bisa aku eja. Agar aku mengerti bahwa cinta kita dapat bersatu. Seperti janjimu seminggu lalu.
Kusangka rinduku dan rindumu manis dan mekar harum semerbak,
namun kudapati kepahitan dan layu sebelum berkembang.
“Tidak ada yang perlu dijelaskan diantara kita,” jawabmu
tanpa kutemukan senyuman seperti dulu.
“Kenapa?” lekukan pipi berubah menjadi aliran airmata,
kemudian jatuh tanpa genangan.
Tanpa jawaban, kau lenyap dalam pandangan. Menjauh dariku
secepat mungkin. Hanya punggungmu yang kian tampak bertulang berucap selamat
tinggal.
Sampai kini, sejarah kita berakhir dengan airmata. Begitu singkatnya
pertemuan, tanpa pertengkaran. Bisumu tanpa alasan.
#Theme Song : Haruskah Berakhir - Ridho Rhoma & Sonet Band
KELUARGA BARU, SEMANGAT BARU DI #KAMPUSFIKSI 11
Pernahkah kamu merasakan tidak bergairah lagi? Dalam suatu
hal atau beberapa hal. Ya! Begitulah perasaanku ketika harus antri mengikuti
#KampusFiksi. Dari November 2013 aku baru dapat giliran tahun 2015. Alamak lamanya.
Sepanjang waktu mengantri, aku dihadapkan dengan berbagai
ujian hidup. Sampai pada kehilangan gairah menulis. Bagaimana tidak, semakin
berusia haruslah semakin dewasa. Tuntutan pekerjaan dan kehidupan nyata yang
melelahkan membuat sepanjang 2014 menjadi penulis tidak produktif.Puisi,
menulis puisi yang biasa dilakukan setiap saat setiap waktu, pun ikut tergerus.
Walaupun sesekali menulis puisi masih
saya lakukan.
Kamis, 05 Februari 2015
Posted by Zilian Zahra
KATA YANG (TAK SEMPAT) TERUCAP
Selepas audisi, aku masih termenung. Bertanya-tanya dan mengevaluasi
diri “Mengapa kata itu tidak muncul di bibir ketika itu?” dalam benak kata itu
hadir. Hingga aku menuliskan ini, aku masih bertanya, dengan pertanyaan yang
sama. “Ini kehendak Tuhan, kamu harus menerimanya. Persis seperti apa yang
pernah kamu tulis di twitter” jawaban
yang selalu mengiringi setiap pertanyaan itu muncul.
ADA PENGALAMAN MASA SEKARANG
Tahun 2012 lalu diajak wisata bersama Fans Radio Roshinta
Tegal. Salah satu tujuannya adalah ke Malioboro. Berbeda dengan mereka yang
langsung seneng mau blanja-blanji, tapi aku memilih menghubungi temanku yang di
Yogyakarta untuk temu kangen. Sembari menunggu teman, saya duduk di tepi
parkiran kendaraan wisata. Tepatnya di seberang Taman Pintar.
Sore itu, tiba-tiba ada seorang pria berkumis dengan
menggendong tas punggung mendekatiku. Dia memperkenalkan diri dan mengaku
sebagai wartawan KR (Kedaulatan Rakyat). Untuk keperluan korannya, aku sedikit
di wawancarai perihal tempat wisata yang paling suka aku kunjungi. Spontan aku
jawab ke museum karna di museum aku mendapat pelajaran dan hal baru.
LIBURAN SERU DI MUSEUM BATIK PEKALONGAN
Hari libur memang saat yang menyenangkan untuk menikmatinya. Tempat wisata seperti alam, atau taman hiburan menjadi sasaran utama untuk menikmati liburan. Namun Minggu ini aku mengisi liburan untuk jalan-jalan ke Museum Batik Pekalongan. Yapz! Letak yang tidak begitu jauh dari rumah memudahkanku untuk pergi kesana. Berbekal kamera dan adik yang hobi fotografi, aku beranjak ke Museum Batik Pekalongan.
Museum Batik terletak di kawasan Budaya Kota Pekalongan di Jalan Jetayu No. 3
Pekalongan. Menempati salah satu bangunan peninggalan VOC
di seputaran lapangan Jetayu, Kota Pekalongan. Museum ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 12 Juli 2006 menjadi Museum Batik Nasional.
Senin, 22 September 2014
Posted by Zilian Zahra


