...

HARI INI, tidak ada yang istimewa bagiku. Walaupun aku bahagia bisa sembuh dari sakitku hanya saja masih tersisa sedikit ingus yang menggumpal di hidung dan pencernaanku yang kudu dalam terapy. Tak ada yang istimewa karena penuh sebal rasa ini. Menunggu menunggu dan menunggu tak jua hadir. tapi tak apa,,, aku tetep kudu fight menghadapi semua ini. Semangat!!! dan Hidup Pecundang!!!
Minggu, 22 Mei 2011
Posted by Zilian Zahra

GUGUSAN RINDU

Masih ada gugusan rindu yang masih bertahan di hati, tetapi apakah mungkin akan mekar di saat yang aku inginkan? entahlah... semakin lama semakin menggelayut di hati dan semakin memberat. Tak kusangka diri ini tak pernah punyai rasa rindu bila tak jua bertemu ataupun rasa yang khas dimiliki setiap insan yang rindu. tapi lisan ini kosong akan rindu, rasa ini tak merindui, hanya di hati ada gugusan rindu yang tak mungkin aku elakkan.

Kepada siapakah gugusan rindu ini akan mekar? aku pun tak tahu, semua gambaran tentang hati yang gundah membuatku hilang akan rasa, namun aku heran, mengapa gugusan rindu ini mampu bertahan sekian lamanya? aku semakin memahami tentang jalan yang kau tunjukkan untukku dan aku simpulkan pada puisi yang kosong.

duhai gugusan rindu dihati
tunjukkan keelokanmu pada negeri
agar kembang-kembang cinta mekar berseri
menghias indah warna-warni lukisan Ilahi

duhai gugusan rindu dihati
aku ingin sukmamu mengoyak kalbu
tampakkan rupamu agar dunia tak lagi malu
melantunkan tembang-tembang rindu

duhai gugusan rindu dihati
aku sampaikan pada pejuang hati
yang tak pernah lelah berjuang hingga tertatih
untuk berteriak dan berucap

(Zillian)
Kamis, 19 Mei 2011
Posted by Zilian Zahra

LELAH

Aku lelah melewati pengembaraan hati ini
Aku jera menyuguhkan rasa ini
Kini, aku hanya sebatang lidi yang tak berarti
Menelanjangi sisa-sisa waktu ini

Aku ingin tak terbungkus kafan
namun tetap terkubur dalam bumi
Aku ingin terjerat lidi yang tak menyakiti
Agar kutemui jalan yang pasti

Bila masih ada rasa dalam jiwa
aku ingin bergejolak membawa asa
Kuingin ketulusan dalam lubuk hati
Kuingin rasa yang terdalam
bukan hanya IBA

Agar lelahku beralasan
Agar jiwaku tak beringasan
Agar lelahku menjadi sempurna
Bersama jiwa yang tiada pernah letih
Menemani lelah dan indahku

(Zilian)
Sabtu, 14 Mei 2011
Posted by Zilian Zahra

MASIH MENUNGGUI

Tahun 2011 mulai membuka hidup baru untukku, membuang keterpurukan dan tidak berlarut-larut dengan sesuatu yang buat hati tidak nyaman. Banyak hal yang aku lakukan seperti menambah teman, mencari hiburan baru, melakukan suatu inovasi baru, dan mengekspresikan diri. Hal tersebut aku lakukan dengan waktu yang tidak bersamaan. Latihan mengorganisir waktu adalah yang aku depankan, bisa jadi salah satu tujuannya adalah untuk dapat memanage waktu dan memilah mana yang mesti kudu aku lakuin lebih dahulu. Prioritas utamaku adalah orang terdekatku. Mereka yang menyemangatiku dan menemaniku, karena aku tidak mau kehilangan mereka. Mencintainya dan menganggap mereka teman adalah hal terindah yang ingin selalu kurasakan.

Hingga bulan April 2011 ini, aku berkenalan dengan banyak orang, yang pasti aku pasang tampang "ramah". Aku berusaha nice and fun pada mereka, terlebih beberapa teman yang aku kagumi, aku beri perhatian lebih. Bukan maksud apa-apa, namun aku ingin dapat diterima sebagai bagian dari mereka. Bagian teman dari mereka, seperti waktu aku di Kos setahun yang lalu. Aku berharap tidak ada rasa lebih (dalam tanda kutip) agar hubungan kita tetap terjalin baik. Namun ternyata hidup itu tidak seperti yang aku bayangkan, penyalah artian terjadi. Akhirnya aku merasa jauh, tidak seperti biasanya. Tidak sering sms, say hello pun tidak pernah... yang tampak adalah sosok yang "dingin". Wah kalo urusan "dingin2an" aku pasti menang, karena aku orangnya "dingin". Tapi aku tidak mau kalah dengan egoku dan belajar menjadi insan yang sosialis. "Dingin"ku aku rem (kaya naik kendaraan aja) menjadi sebuah kemasan kehidupan yang lebih menerima. Walau kenyataan sudah berbeda namun aku masih menunggui. Menunggu mereka kembali dengan senyum terhangat kita. Aku juga menerima apabila aku harus kehilangan mereka. Aku berdoa agar mereka bisa lebih dewasa dan dapat mencermati segalanya dengan pikiran matang.

Belajar! Belajar! dan Belajar! yang selalu aku lakukan! Aku tidak mau terpuruk, aku mau selalu bangkit dan menjadi jiwa yang dapat membantu sesama. Suasana hangat yang kurindu masih saja tanpa jeda dan koma.

Ada celah yang mengisyaratkan makna
Ketika tali sudah mulai pudar
dan aku mulai merasa lelah namun aku tak pasrah
Kuingin tapaki hidup ini dengan tersenyum
Memandang segalanya dengan kerinduan
dan hangat kuselimuti setiap langkah
Kecewa kadang datang
tapi kuingin menghiasinya dengan senyum
Agar aku dapat damai didunia ini
Agar aku bisa menikmati persaudaraan ini
karna aku mencintai. (Zilian)
Rabu, 06 April 2011
Posted by Zilian Zahra

GAMBARAN DIRI

Karang jurang sekarang sudah biasa aku lewati
Merangkak dan tertatih juga pernah kualami
Apalagi melihat segala analogi
Bagiku semua makanan renyah yang kualami
Walau mungkin ada yang terlewati

Hidup beralaskan trotoar dan beratap langit
Makan sebungkus bertujuh dengan lauk seadanya
Aku pernah merasainya
Bahkan merasakan panasnya dunia
Namun aku tak pernah jera

Kau boleh anggap aku wanita apapun
Kau boleh berseru pada semut di tanah
Atau kau kabarkan pada angin melaju
Sampaikan kekecewaanmu akan aku
Ungkapkan segala rasamu pada mereka

Diammu aku tahu bencimu aku rindu
Ketika burung masih merayu
Dan lagu terdengar lirih mendayu
Alam ikut menari irama berpadu
Dan batu berdzikir syahdu

Rela ku menapaki semuanya
Kecewa ku karena diammu
Aku menari merayu agar kau mau
Bukan untuk memadu tapi mengadu
Keresahan hati yang menggumpal

Katakan pada dunia agar dunia tahu
Sampaikan pada langit agar langit ikut mendengar
Bicarakan pada angin yang berlalu
Titipkan pada petir yang menyambar
Ucapkan bahwa aku wanita LIARRR!!!
Tak seperti kau yang nanar
Terkoyak pada biji yang samar

Inilah aku tanpa egoku
Inilah aku yang papa
Inilah aku yang daif
Inilah aku yang naif
Tanpa pengharapan dan sendiri



*dedicated by Awang
Jumat, 25 Maret 2011
Posted by Zilian Zahra
Tag :

Popular Post

- Copyright © Catatan Zilian Zahra -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -