NEED SPIRIT
Hari ini adalah hari yang kesekian kalinya aku pesimis. Pesimis menghadapi blog-ku ini. Banyak hal yang aku lakukan, mencari semangat dengan melihat blog yang tergabung dalam bloof, ya walau enggak bisa satu-persatu karena bloofers sekarang sudah banyak sekali.
Aku bingung mau nulis apa, bingung... seadanya lah bercerita ala 'ngalor ngidul ngetan ngulon' entah enggak ada ujungnya. but hari ini aku hanya say hai buat teman-teman yang sudah buka blog saya.
Ada celah dalam hatiku yang mungkin bisa kau jamah
melewati relung hati yang gundah
namun tak bisa cepat aku berikan bunga yang merekah
karena lagu tak lagi indah terdengar
karena rasa tak lagi menjawab kilaunya indah
Adalah kau yang bisa menjamah
namun luka ini telah menjalar
menapaki hari-hari yang penuh resah
adalah kau yang masih kubukakan pintu indah
namun kau tak pernah lagi mengalah
hingga akhirnya aku harus mengubah
adalah kau yang membuatku berubah
melewati derasnya hujan yang menjadikan dedaunan basah
meleati angin yang semakin lelah berhembus
dan dengan terik yang kian lama kian menyengat
ketahuilah, bahwa karena kau aku ada
karena kau akupun tiada
dalam lara yang kian merana
dan aku pastikan, kaulah segala di dunia
Yea... begitulah, aku bener-bener butuh semangat untuk tetap ngeblog... teman,,, terimakasih semuanya.
...
HARI INI, tidak ada yang istimewa bagiku. Walaupun aku bahagia bisa sembuh dari sakitku hanya saja masih tersisa sedikit ingus yang menggumpal di hidung dan pencernaanku yang kudu dalam terapy. Tak ada yang istimewa karena penuh sebal rasa ini. Menunggu menunggu dan menunggu tak jua hadir. tapi tak apa,,, aku tetep kudu fight menghadapi semua ini. Semangat!!! dan Hidup Pecundang!!!
GUGUSAN RINDU
Masih ada gugusan rindu yang masih bertahan di hati, tetapi apakah mungkin akan mekar di saat yang aku inginkan? entahlah... semakin lama semakin menggelayut di hati dan semakin memberat. Tak kusangka diri ini tak pernah punyai rasa rindu bila tak jua bertemu ataupun rasa yang khas dimiliki setiap insan yang rindu. tapi lisan ini kosong akan rindu, rasa ini tak merindui, hanya di hati ada gugusan rindu yang tak mungkin aku elakkan.
Kepada siapakah gugusan rindu ini akan mekar? aku pun tak tahu, semua gambaran tentang hati yang gundah membuatku hilang akan rasa, namun aku heran, mengapa gugusan rindu ini mampu bertahan sekian lamanya? aku semakin memahami tentang jalan yang kau tunjukkan untukku dan aku simpulkan pada puisi yang kosong.
duhai gugusan rindu dihati
tunjukkan keelokanmu pada negeri
agar kembang-kembang cinta mekar berseri
menghias indah warna-warni lukisan Ilahi
duhai gugusan rindu dihati
aku ingin sukmamu mengoyak kalbu
tampakkan rupamu agar dunia tak lagi malu
melantunkan tembang-tembang rindu
duhai gugusan rindu dihati
aku sampaikan pada pejuang hati
yang tak pernah lelah berjuang hingga tertatih
untuk berteriak dan berucap
(Zillian)
LELAH
Aku lelah melewati pengembaraan hati ini
Aku jera menyuguhkan rasa ini
Kini, aku hanya sebatang lidi yang tak berarti
Menelanjangi sisa-sisa waktu ini
Aku ingin tak terbungkus kafan
namun tetap terkubur dalam bumi
Aku ingin terjerat lidi yang tak menyakiti
Agar kutemui jalan yang pasti
Bila masih ada rasa dalam jiwa
aku ingin bergejolak membawa asa
Kuingin ketulusan dalam lubuk hati
Kuingin rasa yang terdalam
bukan hanya IBA
Agar lelahku beralasan
Agar jiwaku tak beringasan
Agar lelahku menjadi sempurna
Bersama jiwa yang tiada pernah letih
Menemani lelah dan indahku
(Zilian)
